Petani Durian Desa Aloo Minta Bantuan Akses Listrik ke Barantin

Headline0 Dilihat

PARIGI MOUTONG — Petani Durian Desa Aloo Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, minta bantuan akses listrik dengan Ketua Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding, saat berkunjung di Parigi Moutong.

Keluhan warga terkait belum tersedianya jaringan listrik itu, disampaikan warga dalam dialog Ketua Barantin, Ketua KADIN serta Bupati Parigi Moutong bersama para petani durian, di Rumah Kemas PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avolua, belum lama ini.

Dalam dialog tersebut, Labandu petani durian di Desa Aloo menyampaikan ada sekitar 20 rumah tangga hingga kini belum menikmati aliran listrik. Selain itu, di wilayah tersebut juga terdapat komunitas masyarakat adat terpencil yang turut membutuhkan akses layanan dasar.

Menurutnya, jarak permukiman warga menuju jaringan listrik terdekat hanya sekitar 1,5 kilometer dari jalan utama. Akses menuju lokasi pun katanya, sudah cukup baik dan dapat dilalui kendaraan.

“Jalannya sudah bagus dilewati. Kalau bisa ke depan juga diaspal agar akses masyarakat semakin mudah,” ujarnya.

Menanggapi itu, Karding menyatakan siap membantu mencarikan solusi. Namun, ia menegaskan komitmen tersebut bukan bagian dari janji politik, melainkan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan bilang ini janji-janji, karena ini bukan kampanye. Nanti saya coba bantu dan akan berbicara dengan Pak Bupati untuk mengajukan proposal,” ujar mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) periode 2024–2025

Kepedulian Ketua Barantin tersebut, menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap para petani durian serta pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Diungkapnya, ia memiliki jalur komunikasi dengan petinggi PLN pusat yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan penyediaan listrik di wilayah tersebut.

“Kebetulan, saya punya adik leting yang sekarang menjadi Direktur di PLN pusat. Nanti saya coba komunikasikan,” katanya.

Selain itu, Abdul Kadir menyebut pembangunan jalan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Meski demikian, ia menegaskan akan berupaya membantu penyelesaian persoalan listrik yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga Desa Aloo.

“Saya akan mengusahakan agar listrik bisa masuk ke Kampung Aloo. Tentu nanti saya akan berkoordinasi dengan Pak Bupati karena itu bukan kewenangan saya secara langsung, tetapi saya ingin membantu mencarikan solusinya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyatakan komitmennya untuk meninjau langsung Desa Aloo dalam waktu dekat guna melihat potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Menurut Erwin, Desa Aloo memiliki potensi besar di sektor perkebunan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Desa Aloo ini sangat bagus untuk pengembangan perkebunan. Insya Allah, sepulang saya dari Kendari, saya akan langsung berkunjung ke sana untuk melihat kondisi dan potensi yang ada,” katanya

Untuk diketahui, Barantin adalah lembaga pemerintah setingkat kementerian. Barantin berstatus sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sehingga kedudukannya sejajar dengan kementerian-kementerian lain di Indonesia

Kunjungan Barantin sendiri ke Kabupaten Parigi Moutong, merupakan undangan resmi KADIN Parigi Moutong, untuk mendorong akselerasi perdagangan dan ekspor komoditas unggulan daerah, khususnya durian yang kini memiliki pasar ekspor sangat besar di pasar dunia.