PARIGI MOUTONG – Dinamika yang mencuat, termasuk laporan Panitia Kerja (Panja) DPRD, diingatkan agar tidak menjadi penghambat masuknya investasi ke Kabupaten Parigi Moutong.
Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Tonggiroh mengatakan, bahwa setiap persoalan yang muncul harus disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap iklim investasi di Daerah.
Menurut Ketua Alfres, berbagai dinamika yang terjadi justru harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama, agar Pemerintah Daerah bersama seluruh pihak terkait dapat terus memperbaiki tata kelola investasi di Kabupaten Parigi Moutong.
“Setiap persoalan harus disikapi secara bijak dan dijadikan sebagai bahan evaluasi, sehingga tata kelola investasi di daerah bisa terus diperbaiki,” katanya, Sabtu (14/03/2026).
Ketua Alfres menekankan, pentingnya menjaga situasi dan kondisi Daerah agar tetap aman dan kondusif. Dengan demikian, para investor dapat merasa nyaman untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Ketua Alfres, stabilitas Daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investor untuk berinvestasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Daerah.
Sebelumnya Panja DPRD Parigi Moutong menemukan sejumlah persoalan serius pada Packing House Durian yang perlu segera dibenahi.
Sejumlah persoalan itu diterima dari berbagai aspirasi Masyarakat dalam pengelolaan, hingga dampak ekonomi dari operasional fasilitas Packing House Durian.
“Hadirnya Packing House Durian seharusnya menjadi tonggak hilirisasi. Namun aspirasi Masyarakat menunjukkan adanya persoalan serius, mulai dari transparansi pengelolaan, legalitas operasional, hingga keterlibatan petani yang belum merata,” kata Wakil Ketua Panja DPRD Yushar, saat membacakan hasil Laporan Panja pada sidang Paripurna, Selasa (10/03/2026).
Dengan sejumlah Persoalan tersebut, Yushar menekankan lembaga DPRD tidak boleh menutup mata, tidak boleh diam, selain wajib bertindak.
Polemik Laporan Panja DPRD Diminta Tak Ganggu Arus Investasi Parigi Moutong
