PARIGI MOUTONG — Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong (Parimo) menggenjot peningkatan literasi digital tenaga pendidik jenjang SD dan SMP. Langkah ini dilakukan guna menyokong program inovasi Sister School dan meratakan mutu pendidikan di daerah.
Penguatan tersebut dilakukan melalui pendampingan penyusunan program dan pengembangan konten pembelajaran digital yang melibatkan guru dari sekolah sasaran Sister School.
Plt Kadis Dikbud Parimo, Sunarti Masanang mengatakan, kegiatan ini diarahkan agar guru mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Penguatan kompetensi digital juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan peningkatan kualitas guru di daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan,” ungkapnya saat ditemui Kamis (15/10).
Ia menjelaskan, salah satu fokusnya adalah memastikan perangkat pembelajaran berbasis digital yang telah disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru, bukan sekadar menjadi fasilitas di sekolah.
Melalui pendampingan, guru didorong untuk mengembangkan kemampuan membuat konten dan bahan ajar digital. Kemampuan ini dinilai penting agar pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar berjalan maksimal.
Menurut dia, Program Sister School sendiri dirancang untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan melalui sekolah percontohan yang menjadi pusat pengembangan dan berbagi praktik pembelajaran dengan sekolah lain.
“Guru yang mengikuti pendampingan diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing,”harapnya.
Pola tersebut diharapkan memperkuat dampak program Sister School sehingga peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya terpusat pada sekolah percontohan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah yang menjadi sasaran imbas.
Pengembangan konten digital juga diharapkan membuat proses belajar lebih menarik bagi peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi.
Ia berharap, dengan penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi pembelajaran, program Sister School diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang jauh dari pusat kabupaten.
“Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Parigi Moutong, sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa mutu pembelajaran hanya unggul di sekolah-sekolah tertentu,” pungkasnya.
Dongkrak Mutu Pendidikan, Disdikbud Asah Literasi Digital Guru SD-SMP
