PARIGI MOUTONG — PT Sentra Pangan Sejahtera (SPS) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Parigi Moutong (Parimo) menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan pokok kepada warga yang terdampak bencana Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kamis, 27 Agustus 2026.
Manajemen PT. SPS, Yau Sen mengatakan, penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan aksi gotong royong untuk membantu meredakan beban masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan dasar harian, seperti beras, mie instan, minuman, susu, hingga biskuit untuk anak-anak.
Manajemen perusahaan menegaskan, aksi sosial ini merupakan tanggung jawab moral perusahaan yang tidak hanya berinvestasi dan membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah.
Pihak manajemen PT PSP mengungkapkan, bahwa sejumlah karyawan mereka turut menjadi korban dalam bencana tersebut.
“Selain bantuan logistik secara umum, perusahaan juga memberikan perhatian khusus bagi kebutuhan pribadi karyawan yang terdampak, termasuk penyaluran bantuan pakaian layak pakai,” kata Yau Sen.
Sementara, Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong, menyampaikan aksi ini merupakan bukti nyata solidaritas dan gotong royong antara dunia usaha dan masyarakat.
“Meskipun bantuan yang diberikan belum dapat menuntaskan seluruh permasalahan yang ada, diharapkan logistik tersebut dapat meringankan beban hidup para korban,” tuturnya.
Terkait kemungkinan penyaluran bantuan tahap berikutnya, pihak Manajemen Perusahaan dan KADIN menyatakan akan terus memantau situasi dan kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menetapkan status tanggap darurat setelah banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.
“Status tanggap darurat berlangsung 14 hari ke depan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan tanggap darurat di mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026 dengan fokus kegiatan penanganan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, pembersihan lumpur yang mengendap di pemukiman warga hingga normalisasi sungai.
Langka cepat dilakukan mengingat kondisi pemulihan setelah banjir membutuhkan waktu, karena banyak gelondongan kayu dan material lumpur berserakan.
“Penanganan tanggap darurat tentunya melibatkan lintas sektor melalui kerja-kerja kolaborasi. Saat ini kurang lebih 200 personel TNI/Polri bergabung dengan tim di lapangan,” ujarnya.
PT SPS Bersama KADIN Parimo Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Bencana Avolua
