PARIGI MOUTONG — Ekskavator yang pernah diamankan setelah sempat dilaporkan hilang dari tempat penitipan, diduga kembali beroperasi di PETI Tombi, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, Sulteng.
Alat berat tersebut diamankan dalam razia tim gabungan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dolago-Tanggunung, beberapa waktu lalu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas ilegal ini terendus pada Senin pagi (22/6/2026). Ekskavator merek XCMG tipe XE215G warna kuning yang sempat diamankan dan dilaporkan hilang, justru terlihat mengeruk lahan sejak pukul 10.00 WITA.
“Alat berat itu kembali beroperasi di wilayah yang sama,” ungkap sumber, Senin (22/6/2026).
Bahkan di lokasi PETI Desa Tombi, terpantau sedikitnya dua unit ekskavator yang aktif beroperasi.
Sebelumnya, satu unit ekskavator yang sempat diamankan oleh tim gabungan penegak hukum, hilang secara misterius dari lokasi penitipan.
Peristiwa ini terjadi pasca operasi yang digelar Balai Gakkum LHK bersama KPH Dolago-Tanggunung pada Selasa, 16 Juni 2026.
Petugas menitip alat berat tersebut di wilayah Desa Tombi dengan jaminan seorang warga. Rabu siang, saat petugas hendak menjemput barang bukti, ekskavator sudah raib.
Terkait kabar bahwa alat berat tersebut kembali muncul dan beraktivitas di lokasi Peti Tombi, Kepala UPT KPH Dolago-Tanggunung, Muhamad Kuzeini, membenarkan.
“Kami sudah mendapat info ini,” tulis Kuzeini lewat pesan WhatsApp kepada Kabarsulteng.id, Senin (22/6/2026).
Kuzeini juga mengungkap kalau berita tersebut sudah diteruskan ke pihak Gakkum Kehutanan.
“Info ini sudah dilaporkan ke Gakkum. Kita tinggal menunggu,” ungkapnya.
Sebelumnya, operasi penertiban ini sarat drama. Intelijen KPH dan Gakkum mendeteksi enam unit alat berat merambah hutan Tombi pada 10 Juni 2026. Rencana sergapan disusun bersama TNI dan Polda untuk hari Senin, 15 Juni 2026.
Sial bagi tim gabungan, beberapa jam sebelum mereka turun, Polres Parimo dan DLH setempat tiba-tiba menggelar razia di titik yang sama. Hasilnya nihil. Enam alat berat yang diincar mendadak lenyap.
Kondisi ini membuat tim KPH dan Gakkum dilema. Namun, mereka tak menyerah. Esok paginya, Selasa, 16 Juni, tim kecil merayap melakukan pengintaian. Benar saja, mafia tambang kembali beraktivitas begitu polisi pergi.
Satu ekskavator yang tengah mengeruk hasil bumi langsung dicegat dan disita, sebelum akhirnya hilang keesokan harinya.
Berdasarkan data koordinat yang dihimpun, kegiatan ilegal di Desa Tombi telah merambah masuk ke kawasan Hutan Produksi (HP) dan Hutan Lindung (HL).
Kepala UPT KPH Dolago-Tanggunung, Muhamad Kuzeini, membenarkan hal itu. “Aktivitas tersebut masuk kawasan hutan,” kata Kuzeini.
Ekskavator yang Sempat Diamankan dari PETI Tombi Hilang Misterius, Diduga Kembali Menambang












