PETI Tombi Kabarnya Tak Pernah Tuntas, Publik Menanti Langkah Tegas Kapolda Baru

Nasional0 Dilihat
banner 468x60

PARIGI MOUTONG — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong (Parimo) seolah tak pernah tuntas.

Meski berulang kali ditertibkan, praktik tambang ilegal tersebut dilaporkan terus beroperasi dan seolah kebal hukum.

Kabarnya, Puluhan alat berat bebas beroperasi siang dan malam tanpa hambatan berarti. Situasi ini memicu keresahan warga yang merasa aktivitas tambang ilegal tersebut kian sulit dikendalikan.

“Puluhan alat berat kerja terus siang malam. Ini seperti tidak tersentuh hukum,” ujar seorang sumber kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan inj, menilai, keberanian para pelaku tak lepas dari dugaan adanya bekingan kuat. Bahkan, disebut-sebut ada keterlibatan pemodal dari luar daerah yang membuat aktivitas tersebut tetap berjalan.

Salah satu nama yang beredar di lapangan adalah sosok berinisial ID, yang disebut merupakan warga asal Sulawesi Selatan sekaligus mantan anggota DPRD Sidrap.

“Katanya punya bekingan, jadi aktivitas tetap jalan,” ungkap sumber tersebut.

Tak hanya soal dugaan perlindungan, praktik tambang ilegal ini juga disebut memiliki sistem setoran. Setiap alat berat diduga dipungut hingga Rp 40 juta.

“Kalau satu penambang pakai dua alat, bisa sampai Rp 80 juta. Uangnya ke mana, tidak jelas,” katanya.

Di sisi lain, dampak lingkungan mulai dirasakan. Aktivitas tambang yang berada dekat aliran sungai memicu kekhawatiran akan pencemaran dan ancaman kesehatan warga.

Di tengah situasi itu, publik kini menanti langkah tegas Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang baru. Warga berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar penertiban sesaat.

“Ini jadi ujian bagi Kapolda. Kami butuh tindakan tegas, bukan pembiaran,” tegas warga.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan Satgas (PHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parimo, Muhammad Idrus, membenarkan adanya laporan mengenai kembalinya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Menurut Idrus, Desa Alo’o dan Desa Tombi kini menjadi dua titik sorotan PETI di Kecamatan Ampibabo. Meski telah mendapat perhatian APH, praktik tambang ilegal di titik tersebut dilaporkan ada aktivitas lagi

“Jadi memang sekarang ini pasca penertiban yang dilakukan kepolisian, di Tombi saat ini ada lagi yang berkegiatan,” ungkap Idrus, Jumat (12/6/2026).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *