Sungai Tapoya Berubah Wajah, PETI Tombi Diduga Jadi Pemicunya

Nasional0 Dilihat
banner 468x60

PARIGI MOUTONG — Kondisi Sungai Tapoya di Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong (Parimo), dikabarkan mengalami perubahan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya dampak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tombi.

Dari pantauan visual, air sungai tampak keruh kecokelatan dengan arus yang membawa material lumpur, menandakan tingginya sedimentasi.

Selain perubahan warna, badan sungai terlihat mengalami pendangkalan. Tepian sungai yang diperkuat susunan batu tampak menahan aliran air yang kini tidak lagi jernih. Di beberapa titik, aliran terlihat lebih dangkal dari kondisi normal, dengan dasar sungai yang kemungkinan tertutup endapan material halus.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, kondisi Sungai Tapoya mulai berubah sejak aktivitas Peti marak di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Sejak ada PETI, sungai jadi cepat dangkal. Airnya juga berubah jadi keruh seperti ini,” ujar sumber kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai, aktivitas tambang ilegal yang berlangsung langsung di DAS menjadi penyebab utama rusaknya kualitas air sungai. Material hasil pengerukan diduga langsung terbuang ke aliran sungai tanpa pengolahan.

“Bagaimana air sungai tidak keruh dan mengalami kedangkalan kalau para penambang emas ilegal berada di DAS,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga merugikan masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam jangka panjang, pendangkalan sungai juga berpotensi meningkatkan risiko banjir saat debit air naik.

“Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan warga. Sungai tidak lagi berfungsi normal,” tambahnya.

Warga pun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Mereka meminta Bupati Parimo segera mengambil langkah konkret, mulai dari penertiban hingga pemulihan ekosistem sungai yang terdampak.

Selain itu, aparat penegak hukum (APH) juga didesak untuk tidak hanya menindak para pekerja di lapangan, tetapi memburu dan menindak tegas para pemodal yang diduga menjadi aktor utama di balik maraknya aktivitas Peti di Tombi.

“Jangan hanya yang di bawah ditindak, tapi pemodalnya juga harus ditangkap. Itu kunci supaya aktivitas Peti benar-benar berhenti,” tegas warga.

Warga berharap langkah tegas dan terukur dari Pemda dan APH dapat segera dilakukan, agar kerusakan Sungai Tapoya tidak semakin parah dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Diketahui berdasarkan informasi tambang ilegal ini diduga telah masuk dan merusak ke wilayah hutan

Berdasarkan data koordinat yang dihimpun, aktivitas Peti di Desa Tombi diduga telah masuk kawasan Hutan Lindung (HL).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed