Terbang ke Tiongkok, Ketua KADIN Parimo Teken Kerja Sama Standar Industri Durian

Nasional0 Dilihat
banner 468x60

Chengdu, Sichuan – Meningkatnya ekspor durian Sulawesi Tengah ke Republik Rakyat Tiongkok menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hingga awal tahun 2026, realisasi ekspor durian Sulawesi Tengah telah mencapai 7.052 ton, membuka peluang yang semakin besar bagi investasi, hilirisasi, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, mengatakan keberhasilan menembus pasar Tiongkok harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat daya saing durian Sulawesi Tengah melalui peningkatan kualitas, penerapan standar internasional, dan penguatan hilirisasi industri.

Menurutnya, pasar global tidak hanya membutuhkan pasokan yang berkelanjutan, tetapi juga mengutamakan mutu, keamanan pangan, sistem ketertelusuran (traceability), serta penerapan teknologi modern dalam rantai pasok.

“Semakin besar peluang ekspor yang terbuka, maka semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kualitas. Investasi akan datang apabila kita mampu menghadirkan produk yang konsisten, berkualitas, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar internasional,” kata Faradiba, Minggu 26 Juli 2026.

Sebagai bentuk komitmen membangun ekosistem durian yang berdaya saing global, Faradiba menjelaskan bahwa pada 22 Juli 2026 di Distrik Qingbaijiang, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, dirinya mewakili Kelompok Kerja Pengembangan Durian Sulawesi Tengah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyusunan Standar Industri Durian dengan Chengdu Huishi Technology Co., Ltd.

Kerja sama tersebut bertujuan menyusun standar industri durian yang mengacu pada praktik dan teknologi modern, meliputi klasifikasi mutu durian, teknologi pengujian buah tanpa merusak (non-destructive testing), sistem pengawetan pascapanen, pengembangan hilirisasi, serta sistem ketertelusuran penuh (full traceability) menggunakan kode identitas pada setiap produk.

Selain itu, kedua belah pihak juga akan melakukan pengambilan sampel dari daerah produksi, membangun basis data bersama, menyusun standar industri secara kolaboratif, serta melaksanakan uji coba dan verifikasi di Indonesia maupun Tiongkok sebelum standar tersebut dipromosikan secara luas.

“Kerja sama ini merupakan langkah penting agar durian Sulawesi Tengah tidak hanya mampu menembus pasar internasional, tetapi juga memiliki standar mutu yang diakui, didukung teknologi modern, dan memberikan kepastian kualitas bagi konsumen dunia,” ujar Faradiba.

Faradiba menegaskan penggunaan pupuk, pestisida, maupun obat-obatan pertanian harus dilakukan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan residu yang dapat menghambat akses pasar ekspor dan merusak kepercayaan pembeli internasional.

Ia menilai keberhasilan ekspor harus menjadi pintu masuk berkembangnya industri hilirisasi durian, pembangunan packing house modern, penerapan teknologi pascapanen, penguatan rantai pasok, hingga terbukanya lapangan kerja baru di Sulawesi Tengah.

“Ekspor bukan hanya soal menjual buah. Yang lebih penting adalah membangun standar, menghadirkan investasi, mengembangkan industri pengolahan, meningkatkan nilai tambah, serta memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Semua itu harus dimulai dengan menjaga kualitas sejak dari kebun,” tegasnya.

KADIN Kabupaten Parigi Moutong mengajak seluruh petani, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menerapkan budidaya yang baik.

Selain itu, menjaga kualitas durian dari hulu hingga hilir, serta mendukung penerapan standar industri yang mampu memperkuat posisi Durian Sulawesi Tengah sebagai komoditas unggulan Indonesia di pasar Tiongkok dan pasar internasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *