PETI Tombi Selalu Steril Saat Mau Penertiban

Nasional0 Dilihat
banner 468x60

PARIGI MOUTONG — Warga Desa Tombi meragukan keseriusan penertiban tambang emas ilegal (PETI) di wilayah mereka. Pasalnya, lewat skenario yang terus berulang, area tambang selalu sudah steril dari aktivitas pekerja sebelum petugas razia tiba di lokasi.

“Kami bingung kenapa tiap mau ada penertiban, alat berat sudah hilang atau disembunyikan. Habis itu, beberapa hari kemudian kerja lagi. Pertanyaannya, siapa yang bocorkan?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menyebut, informasi kedatangan tim penertiban bahkan sudah lebih dulu beredar luas, bukan hanya di kalangan penambang, tapi juga diketahui masyarakat umum.

“Biasanya sebelum tim turun, kabar penertiban sudah menyebar. Jadi saat petugas datang, lokasi sudah bersih,” ungkap sumber.

Kondisi ini memicu kecurigaan adanya kebocoran informasi dari internal. Warga menilai pola penertiban seperti “kucing-kucingan” yang sulit menyentuh pelaku utama.

“Kalau begini terus, wajar kalau kami menduga penertiban cuma untuk menggugurkan kewajiban. Tidak pernah ada efek jera,” lanjutnya.

Sumber lain menambahkan, pola penindakan seperti itu justru membuat pelaku makin berani. Terutama para pemodal yang dinilai berada di balik aktivitas PETI.

“Kalau gaya penertiban seperti ini terus, tidak akan ada efek jera. Pelaku justru semakin menjadi. Para pelaku, terutama pemodal, seperti tidak ada rasa takutnya. Masa negara kalah dengan mereka?” tegasnya.

Selain soal dugaan kebocoran, warga juga menyoroti dampak lingkungan yang kian terasa. Aktivitas PETI disebut mulai merusak aliran sungai dan lahan sekitar, sementara penindakan dinilai tak pernah tuntas.

Warga mendesak aparat penegak hukum bertindak lebih tegas dan transparan. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap tim penertiban, termasuk menelusuri kemungkinan adanya oknum yang bermain.

“Kalau memang serius mau hentikan PETI, jangan kasih ruang lagi. Tangkap pelakunya, amankan alatnya, dan bongkar siapa yang membekingi,” tegas warga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed