PARIGI MOUTONG, insidemagz.com – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Parigi Moutong mengambil langkah cepat untuk menekan lonjakan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, pemkab menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 11 titik kecamatan.
Program ini menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah di tingkat desa dengan skema subsidi, agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan, GPM merupakan upaya konkret untuk menstabilkan harga pangan yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Ini langkah nyata pemerintah dalam pengendalian harga, sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyalurkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain:
Beras sebanyak 5 ton, dikemas 5 kg seharga Rp55.000
Minyak goreng Minyakita sebanyak 400 karton atau 1.250 bungkus
Gula pasir sebanyak 5 ton
Telur ayam sebanyak 750 rak
Bumbu dapur, meliputi cabai (rica), bawang merah 500 kg, dan bawang putih 500 kg
Antusiasme warga terlihat tinggi di setiap titik pelaksanaan. Namun, Sofiana mengakui stok yang disediakan disesuaikan dengan kuota subsidi dari Pemerintah Daerah.
“Minat masyarakat sangat besar, tapi ketersediaan barang memang menyesuaikan alokasi anggaran subsidi,” jelasnya saat meninjau lokasi terakhir GPM.
Ia juga mengungkapkan bahwa volume bantuan tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, manfaat program tetap dirasakan langsung oleh masyarakat di 11 desa yang tersebar di 11 kecamatan, termasuk Parigi Utara.
Sebagai contoh, di Desa Afualua, Kecamatan Parigi Utara, pemerintah menyediakan 250 paket pangan murah berisi 2 kg minyak goreng dan 2 kg beras dengan harga hanya Rp55.000 per paket.
Ke depan, Pemkab Parigi Moutong memastikan program serupa akan kembali digelar untuk menjangkau wilayah yang belum tersentuh.
“Insyaallah, mendekati Hari Raya Idulfitri nanti, Gerakan Pangan Murah akan kembali dilaksanakan di beberapa kecamatan lainnya,” imbuhnya. (axa)


















